Headline

Daya Tarik Wisata Jejak Peradaban Borobudur Jawa Tengah

Share

Menparekraf Sandiaga Uno mengikuti rangkaian kegiatan Trail of Civillization, dengan tema Ancient Kingdom: Borobudur Series, di Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan pola-pola perjalanan di sekitar kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah yang disusun berdasarkan relief yang terdapat di dinding candi.

Di mana, relief-relief ini menggambarkan peradaban kehidupan masyarakat sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha di Tanah Jawa.

Sehingga, dapat meningkatkan kualitas pengalaman berwisata bagi wisatawan dengan mengedepankan unsur edukasi, entertainment, dan diperkuat dengan storytelling pada setiap aktivitasnya.

Berbagai aktivitas menarik pun dilakukan, seperti membajak sawah, belajar bermain gamelan, menaiki delman, menggunakan transportasi VW Safari.

Selain itu, belajar membuat gerabah, melakukan yoga, menambah wawasan tentang astronomi walking with star, serta merasakan pengalaman menginap di penginapan yang dikelola oleh balkondes.

“Trail of Civilization atau jejak peradaban ini, kami yakini menjadi daya tarik yang luar biasa atas suatu pendekatan pariwisata yang lebih berkualitas dan memiliki dampak keberlanjutan dan kelestarian lingkungan,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf mengatakan, potensi kunjungan wisatawan ke Magelang dan daerah sekitarnya mencapai antara 8 hingga 12 juta orang.

“Berarti kita harus siapkan Borobudur era baru ini yang lebih berkelanjutan, sehingga kunjungan dari wisatawan di sini bisa menghadirkan peluang usaha dan terbukanya lapangan kerja.”

“Karena selama ini sektor pariwisata dikhawatirkan akan redup di tengah pandemi, justru mampu bersinar.”

“kita bukan bagian dari masalah tapi justru bagian dari solusi bangsa ini untuk bangkit dan pulih. Tentunya dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” jelas Sandi.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo Manuhutu, mengusulkan ke depan.

Ia mengusulkan Trail of Civilization ini agar diterapkan di destinasi super prioritas lainnya, seperti Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Ini merupakan contoh yang baik. Mungkin travel patternnya dari Kemenparekraf yang menentukan, kemudian nanti kita bisa kembangkan storynomic, karena menurut saya yang mahal justru cerita yang ingin diangkat,” kata Odo Manuhutu.

Untuk, penguatan storynomic sendiri, menurutnya harus ada pelatihan-pelatihan bagi pemandu wisata dan kusir delman, sehingga kualitas dan pendapatannya akan jauh lebih tinggi.

Dengan ini diharapkan bisa menciptakan multiplier effect yang baik ke depan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

BACA:

Irfan Laskito

Editor

Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Ketika Herjunot Ali Ketemu Luna Maya Pertama Kali, Jodoh?

Ketika Herjunot Ali Ketemu Luna Maya Pertama Kali, Jodoh? Wah gimana perasaan mereka berdua ya?…

5 hours ago

LATAM Airlines Upgrade 200 Airbus A320, Lebih Hemat?

LATAM Airlines akan meningkatkan armada A320 Family mereka dengan fungsi “Descent Profile Optimisation” (DPO) Airbus.…

5 hours ago

Qantas dan Jetstar Jual Tiket Mulai Dari Rp200 Ribuan

Jetstar dan Qantas hari ini meluncurkan tarif penjualan atau harga tiket untuk perjalanan antara Victoria…

5 hours ago

Tarif Kelas Ekonomi Baru Cathay Pacific

Cathay Pacific mendesain ulang tarif Kelas Ekonomi untuk memberi pelanggan pilihan dan fleksibilitas yang lebih…

5 hours ago

Diskon Rp20.000 Bayar GrabMart Pakai LinkAja s/d 26 Sep

Dompet digital LinkAja memiliki promo yang memberikan diskon untuk pembayaran GrabMart. Kamu bisa mendapatkan diskon…

20 hours ago

Beli Diamonds Free Fire di DANA Bonus Garena Shells

Dompet digital DANA memiliki promo yang memberikan cashback dan bonus untuk pembelian Diamonds Free Fire…

21 hours ago