Airlines

Avianca Airlines Bangkrut Karena Virus Corona?

Share

Grup maskapai penerbangan Amerika Selatan, Avianca Airlines, mengalami kebangkrutan dengan alasan penurunan pendapatan sebesar 80% karena pandemi virus corona (COVID-19).

Kebangkrutan maskapai operator yang berbasis di Bogotá ini, tidak akan mempengaruhi banyak penumpang, hal ini karena operasional penerbangan telah ditangguhkan sejak pertengahan Maret karena COVID-19.

“Avianca menghadapi krisis yang paling menantang dalam sejarah 100 tahun kami, saat kami menghadapi efek pandemi COVID-19,” kata CEO Avianca Anko van der Werff, dalam sebuah pernyataan.

Loyalty Program

Loyalty program atau program loyalitas Avianca LifeMiles adalah perusahaan yang terpisah dan bukan bagian dari reorganisasi.

Avianca adalah nama maskapai besar terbaru yang menyerah pada pandemi. Virgin Australia memasuki administrasi secara sukarela, setara dengan reorganisasi kebangkrutan Australia, pada bulan April.

Maskapai penerbangan regional Flybe di Inggris, dan Compass Airlines, RavnAir dan Trans States Airlines semuanya menutup pintu perusahaan sejak krisis menghantam.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah memperingatkan bahwa sebanyak setengah dari maskapai penerbangan dunia dapat runtuh atau bergabung dengan yang lain sebagai akibat dari krisis virus corona.

“Situasinya sangat rapuh karena resesi mulai memakan korban,” kata direktur jenderal IATA Alexandre de Juniac pada 28 April. “Kami sama sekali tidak keluar dari situasi dan keuangan maskapai sangat rapuh.”

Avianca adalah mitra United Airlines dan anggota Star Alliance. Sebelum krisis, perusahaan bekerja pada kemitraan empat arah yang diimunisasi dengan Azul di Brasil, Copa Airlines di Panama dan Amerika yang mencakup perjalanan antara AS dan Amerika Selatan. Pakta ini akan menantang hubungan Delta Air Lines dan LATAM Airlines.

Grup maskapai Kolombia memiliki hub di Bogotá (BOG), Lima (LIM), Quito (UIO) di Ekuador, dan San Salvador (SAL) di El Salvador. Avianca mengoperasikan 144 jet penumpang, termasuk 107 keluarga Airbus A320 dan 13 pesawat Boeing 787, pada akhir Januari.

Terdaftar di Bursa Efek New York, Avianca mengajukan restrukturisasi kebangkrutan Bab 11 di New York. Ia berencana untuk mengajukan proses restrukturisasi yang sebanding di Peru juga.

Dilansir laman The Points Guy, selain itu, Avianca sedang berdiskusi dengan pemerintah Kolombia mengenai kemungkinan bantuan. Avianca sebelumnya direorganisasi berdasarkan Bab 11 dari 2003 hingga 2004.

BACA:

(*)

Irfan Laskito

Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Bela Diri Krav Maga untuk Pertahanan Wanita

Wajib Tonton! Ini Bekal Gerakan Bela Diri Krav Maga Untuk Wanita. Apa aja tuh gerakannya?…

4 hours ago

6 Hal yang Harus Kamu Patuhi Saat Kembali ke Bioskop

Saat ini bioskop telah kembali dibuka, namun kamu jangan terlalu senang berlebih atau euforia ya.…

4 hours ago

Beli Kode Voucher Google Play di DANA Bonus Item Spesial

Dompet digital DANA memiliki promo yang memberikan bonus Item Spesial untuk pembelian voucher Google Play…

10 hours ago

Top Up Credit LifeAfter di Codashop Pakai GoPay Cashback 50%

Gojek memiliki promo yang memberikan cashback untuk top up credit LifeAfter di Codashop menggunakan GoPay.…

10 hours ago

Hemat Rp300 Beli Bensin Pakai MyPertamina s/d 30 Sep

Pertamina memiliki promo yang membuat pembelian bensin semakin hemat untuk transaksi cashless di SPBU menggunakan…

10 hours ago

Diskon Tiket Pesawat, Hotel, & Kereta di Lifestyle BCA Mobile

Bank BCA memiliki promo yang memberikan diskon untuk pembelian tiket pesawat, hotel, dan tiket kereta…

13 hours ago