Leisure

Menpar Dukung Peraturan Penerbangan Internasional

Share

Menparekraf Sandiaga Uno, mendukung pengaturan penerbangan internasional dan aturan karantina yang diperpanjang untuk menekan penyebaran COVID-19.

Sandiaga mendukung penuh kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Jawa-Bali, termasuk di dalamnya pengaturan penerbangan internasional dan karantina yang diperpanjang.

“Kita juga menyerukan untuk menutup semua destinasi dan menunda semua event parekraf di seluruh wilayah Indonesia.”

“Hal ini kami pahami tentu pahit untuk seluruh industri dan pelaku parekraf, namun data COVID-19 menunjukkan kedaruratan sehingga kita tak bisa mengambil risiko yang lebih gawat lagi dan harus mengedepankan faktor kesehatan,” kata Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi virtual bersama Kemenkomarves pada 3 Juli 2021 terkait Pengaturan Penerbangan Internasional dan Karantina selama PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021.

“Kita berharap kurva kasus COVID-19 cepat turun dan kita bisa segera membuka lagi semua kegiatan parekraf,” kata Sandiaga.

Ia menambahkan, demi untuk membatasi angka penularan COVID-19 pihaknya mendukung kebijakan untuk tetap membuka perbatasan baik itu darat, laut, maupun udara.

Namun dengan meningkatkan persyaratan supaya siapa saja yang melintas dapat terpantau dan terseleksi dengan baik dan ketat.

Sejumlah persyaratan yang diperketat di antaranya:

  • Warga Negara Asing (WNA) termasuk wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Indonesia harus bisa menunjukkan sertifikat bukti telah divaksin COVID-19,
  • Memiliki hasil tes PCR yang masih berlaku,
  • Wajib menjalani tes PCR lagi setelah tiba di Indonesia dan pada hari ke-7 setelah kedatangan,
  • Dikarantina selama 8 hari sebelum melakukan aktivitas di wilayah NKRI.

Selanjutnya WNA yang saat ini ada dan bekerja di Indonesia yang sesuai data Kementerian Luar Negeri ada 225.000 orang juga perlu diberi akses untuk mendapatkan vaksinasi.

Hal ini karena mereka hidup berdampingan di wilayah NKRI yang juga sering melakukan perjalanan wisata domestik di Indonesia.

“Di sisi lain, upaya persiapan perencanaan pembukaan kembali destinasi pariwisata baik di pusat maupun daerah harus tetap berjalan,” kata Sandiaga.

Ia mencontohkan misalnya rencana pembukaan destinasi wisata Bali yang tetap harus memastikan minimal 3 hal yakni:

  1. prakondisi vaksinasi harus bertambah hingga 70-80 persen,
  2. End to end implementasi CHSE yang harus sudah selesai,
  3. Infeksi baru COVID-19 di wilayah tersebut harus di bawah 100.

“Kita harus tetap menjaga semangat untuk bekerja keras menyiapkan prakondisi tersebut. Oleh sebab itu, kita juga perlu segera mempercepat realisasi salah satunya pelaksanaan program dana hibah pariwisata,” katanya.

BACA:

Irfan Laskito

Editor

Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Ketika Herjunot Ali Ketemu Luna Maya Pertama Kali, Jodoh?

Ketika Herjunot Ali Ketemu Luna Maya Pertama Kali, Jodoh? Wah gimana perasaan mereka berdua ya?…

5 hours ago

LATAM Airlines Upgrade 200 Airbus A320, Lebih Hemat?

LATAM Airlines akan meningkatkan armada A320 Family mereka dengan fungsi “Descent Profile Optimisation” (DPO) Airbus.…

5 hours ago

Qantas dan Jetstar Jual Tiket Mulai Dari Rp200 Ribuan

Jetstar dan Qantas hari ini meluncurkan tarif penjualan atau harga tiket untuk perjalanan antara Victoria…

5 hours ago

Tarif Kelas Ekonomi Baru Cathay Pacific

Cathay Pacific mendesain ulang tarif Kelas Ekonomi untuk memberi pelanggan pilihan dan fleksibilitas yang lebih…

5 hours ago

Diskon Rp20.000 Bayar GrabMart Pakai LinkAja s/d 26 Sep

Dompet digital LinkAja memiliki promo yang memberikan diskon untuk pembayaran GrabMart. Kamu bisa mendapatkan diskon…

21 hours ago

Beli Diamonds Free Fire di DANA Bonus Garena Shells

Dompet digital DANA memiliki promo yang memberikan cashback dan bonus untuk pembelian Diamonds Free Fire…

21 hours ago