Review

[Review] Asiana A330-300 Business Class Jakarta-Incheon

Share

Pada kesempatan kali ini, saya akan membuat review Asiana A330. Asiana Airlines terbang dari Jakarta ke Incheon setiap hari dengan menggunakan Airbus A330-300. Produk cabin di Airbus A330-300 Asiana bisa dibilang sudah cukup tua. Namun ada berita baik, mulai 27 Oktober nanti, Asiana akan mengoperasikan Airbus A350-900 ke Jakarta. Berikut pengalaman saya pada saat membuat review Asiana A330.

Check-in

Penumpang kelas Business Asiana dan juga pemegang Star Alliance Gold member dapat menggunakan jalur khusus check-in di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Saya tiba di bandara sekitar pukul 9 malam untuk penerbangan pukul 23:45. Antrian check-in malam itu tidak begitu ramai. Sayangnya, tidak terdapat jalur khusus untuk pemeriksaan keamanan untuk penumpang Business Class Asiana maupun pemegang Star Alliance Gold member di Terminal 3. E-gate untuk e-paspor Indonesia malam itu berdungsi dengan baik. Tanpa antrian, saya langsung menjuu Lounge untuk menunggu waktu boarding.

Lounge

Asiana Airlines menggunakan Blue Sky Saphire Lounge di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Lounge ini terletak antara Gate 8 dan 9, tidak begitu besar dan tidak banyak terdapat pilihan makanan dan minuman. Lounge ini juga tidak memiliki toilet, sehingga kita harus keluar lounge bila ingin ke kamar kecil.

Boarding

Boarding dilakukan di Gate 8, tepat 30 menit sebelum waktu keberangkatan. Penumpang kelas Business dan Star Alliance Gold dapat masuk ke pesawat terlebih dahulu.

Kabin pesawat

Business class di Asiana Airbus A330-300 terdiri dari 5 baris, setiap baris dengan formasi 2-2-2, sehingga untuk penumpang yang duduk di window seat tidak mempunyai direct aisle access.

Kursi saya di 5A, baris paling belakang window seat. Untungnya kursi di sebelah saya kosong, jadi saya bisa leluasa bila ingin keluar dari tempat duduk menuju ke kamar kecil. Bantal dan selimut sudah tersedia ketika boarding.

Terdapat 2 tipe kursi di kelas Business Asiana Airbus A330. Pada penerbangan ini, saya dapat tipe yang lebih baru, identik dengan kursi kelas business di Thai Airways A330 nonretrofitted. Kursinya bisa dibilang sudah berumur, namun masih terawat dengan baik. Kursi “angled lie-flat ini dapat direbahkan hingga 168 derajat, cukup nyaman namun tidak senyaman kursi full flat bed pastinya.

Penerbangan

Sesampainya saya di kursi, awak kabin memberikan arrival declaration form dan menawarkan pilihan minuman pembuka, terdapat jus jeruk dan apel serta air mineral. Saya meminta champagne, lalu awak kabin menuju galley dan mempersiapkannya untuk saya.

Pesawat berangkat tepat waktu dan mengudara tepat sebelum tengah malam. Penerbangan ke Incheon akan ditempuh dalam 6 jam 45 menit.

Setelah lepas landas, awak kabin membagikan buku menu dan menanyakan apakah penumpang ingin makan tengah malam atau langsung beristirahat. Karena makanan di lounge tadi kurang menggugah selera, saya memilih untuk menyantap Korean ramen dan Teh hijau Korea sebelum beristirahat.

Setelah makan, saya melihat sistem hiburan di Asiana tidak terlalu banyak variasi pilihan film dan musik. Jadi saya memutuskan untuk tidur saja. Bantal di Asiana bisa dibilang terlalu kecil dan juga selimut yang disediakan juga terlalu tipis sehingga kurang nyaman untuk tidur, apalagi untuk penerbangan overnight seperti ini.

Setelah tidur selama kurang lebih 4 jam, awak kabin menyajikan sarapan pagi. Terdapat 3 pilihan sarapan, 2 pilihan untuk sarapan ala Barat dan 1 pilihan untuk sarapan ala Korea. Saya memilih sarapan ala Korea yang terdiri dari Bubur Jamur lalu diikuti oleh buah dan kopi.

Setelah sarapan, pesawat memulai perjalanan turun meuju Bandara Internasional Incheon. Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan saya di Korea. Pesawat mendarat 15 menit lebih awal dari jadwal, namun karena taxi dari runway menuju gate agak jauh, jadi pesawat tiba di gate tepat waktu.

Kesimpulan

Business Class Asiana Airlines di Airbus A330-300 rute Jakarta ke Incheon bisa dibilang cukup. Keramahan dan kesigapan awak kabin merupakan nilai lebih untuk Asiana. Namun produk kabin, seperti kenyaman kursi, bantal, selimut dan sistem hiburan merupakan kekurangan yang harus diperbaiki untuk bisa bersaing di rute ini.

Semoga dengan digantinya armada Airbus A330-300 dengan produk Business Smartium di A350-900 akhir Oktober nanti menjadi nilai plus untuk Asiana di rute Jakarta ke Incheon.

Mau tahu artikel tentang points-hacking lainnya. Simak terus di PointsGeek!

Rio Sarlito

Contributor | #AVGEEK

Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Melihat Perakitan Akhir Airbus A321XLR Pertama

Pesawat uji terbang A321XLR pertama, MSN11000, mengambil langkah maju yang besar minggu ini untuk menjadi…

1 hour ago

Penuhi Permintaan Pasar, Boeing Perluas Kapasitas 737-800BCF?

Boeing dan Taikoo (Shandong) Aircraft Engineering Co. Ltd. (STAECO) hari ini mengumumkan rencana untuk menciptakan…

2 hours ago

Qantas Umumkan Dua WideBody Freighter untuk Kargo E-commerce

Qantas akan mengubah dua pesawat penumpang Airbus A330 menjadi pesawat kargo untuk mendukung perubahan signifikan…

3 hours ago

MyPertamina Fair Tukar Poin 4.000 Jadi Saldo LinkAja Rp10.000

Pertamina memiliki promo MyPertamina Fair yang memiliki penukaran poin jadi Saldo LinkAja. Kamu bisa menukarkan…

3 hours ago

Jadwal Garuda Indonesia Travel Fair 10-12 & 10-16 Des 2021

Setelah beberapa waktu mengundang teka teki jadwal pelaksanaan Travel Fair, Garuda Indonesia akhirnya meluncurkan tanggalnya.…

4 hours ago

Etihad Terbang ke Moskow Rusia Setelah 13 Tahun

Tepat 13 tahun setelah pertama kali menghubungkan Abu Dhabi ke Moskow Rusia, Etihad Airways meluncurkan…

4 hours ago