News

Syarat Perjalanan Darat, Udara, dan Laut ‘PPKM 3-20 Juli 2021’

Share

Kementerian Perhubungan pada Jumat (2/7) kemarin, menerbitkan Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam negeri dengan transportasi dalam masa PPKM.

Perjalanan orang dengan transportasi di masa pandemi Covid-19 di masa penerapan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Terbitnya keempat SE Kemenhub di sektor transportasi darat, laut, udara, dan kereta api tersebut dalam rangka menindaklanjuti terbitnya SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 14.

Tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers virtual tentang Sosialisasi Pengaturan Perjalanan Selama Pemberlakukan PPKM Darurat, mengatakan:

“Seperti kita ketahui bahwa Indonesia sedang dalam keadaan darurat penanganan Covid-19.”

“Kondisi darurat juga dialami negara lain seperti India, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Eropa.”

“Untuk itu Presiden telah menetapkan kebijakan PPKM Darurat dalam rangka menekan penambahan kasus Covid-19, dengan melakukan pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat di berbagai sektor, termasuk transportasi.”

Menhub menjelaskan, pemberlakuan SE Kemenhub akan dimulai pada tanggal 5 Juli 2021, untuk memberikan kesempatan agar operator transportasi bisa mempersiapkan dengan baik.

Menhub juga menekankan kepada masyarakat agar dapat mematuhi dan menjalankan aturan ini dengan baik dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap masyarakat memahami dan menyadari aturan ini. Kalau bisa tetap di rumah saja selama masa PPKM Darurat karena saat ini kondisinya sangat membahayakan.”

“Sayangi diri kita, saudara kita agar tetap aman dan tidak terpapar Covid-19. Kalau kita kompak, diharapkan kasus Covid-19 akan cepat mereda dan kita lebih leluasa untuk beraktivitas,” tutur Menhub.

Adapun SE secara umum yang diatur dalam SE Kemenhub sebagai berikut:

  • Untuk perjalanan jarak jauh dan perjalanan dari /menuju Jawa dan Bali harus menunjukan kartu telah vaksin (minimal dosis pertama), hasil RT-PCR 2×24 Jam atau Antigen 1×24 Jam.
  • Pengetatan mobilitas di Jawa dan Bali dilakukan dengan mengharuskan pelaku perjalanan memiliki sertifikat vaksin, hasil RT-PCR 2×24 jam, tes antigen yang berlaku maksimal 1×24 jam untuk moda laut, darat, penyeberangan, dan kereta api jarak jauh.
  • Khusus untuk Moda Udara syarat pelaku perjalanan wajib memiliki Sertifikat vaksin dan wajib tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2×24 jam di wilayah Jawa dan Bali.
  • Sertifikat Vaksin tidak menjadi mandatori untuk syarat pergerakan mobilitas di luar Jawa dan Bali.
  • Penumpang diwajibkan mengisi e-Hac pada perjalanan udara, laut, dan penyeberangan.
  • Terdapat pengecualian yakni Vaksin tidak wajib bagi orang yang dikecualikan menerima vaksin (alasan medis) pada periode dilakukan perjalanan.
Selain itu, dilakukan pembatasan kapasitas angkutan (load factor) dan jam operasional angkutan umum di semua moda untuk penerapan prinsip jaga jarak (physical distancing) dan menghindari kerumunan yakni:
  • Untuk Transportasi Darat (Bus) maksimal 50 persen; Penyeberangan 50 persen,
  • Transportasi Laut 70 persen,
  • Transportasi Udara 70 persen,
  • Kereta api antar kota 70 persen,
  • KRL 32 persen, dan
  • KA perkotaan non-KRL 50 persen.

Kemudian, dalam rangka penguatan Tracing, Tracking dan Treatment (3T) Covid-19, akan dilaksanakan random sampling antigen test Covid-19.

Hal ini dilakukan pada simpul-simpul transportasi diantaranya Terminal dan Stasiun Kereta Api, khususnya di wilayah dan kawasan algomerasi.

Kementerian Perhubungan bersinergi dengan TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan steakholders terkait ‘dalam melakukan pengetatan keluar masuk wilayah.

Dengan melakukan pemeriksaan dokumen kelengkapan syarat perjalanan di posko-posko yang telah ditentukan. Secara detail mengenai SE Kemenhub dimaksud dapat mengaksesnya melalui jdih.go.id

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Satgas Covid-19 Letjen Ganip Warsito, Kakorlantas Polri Irjen Pol.

Istiono, Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Dirjen Perhbungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri dan Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Purnomo.

BACA:

Irfan Laskito

Editor

Disqus Comments Loading...

Recent Posts

Party Sampai Pagi, Rachel Vennya Tetap Prioritaskan anak!

Party sampai pagi, Rachel Vennya tetap prioritaskan anak! Eri Carl sebut menarik? Wah, apanya ya…

12 hours ago

Aktivasi Sakuku di m.tix Bonus Voucher Rp20.000

Bank BCA memliki promo yang memberikan bonus voucher untuk aktivasi Sakuku di m.tix. Kamu bisa…

12 hours ago

Layanan Umroh Lion Air Pindah Terminal Jadi 2F

Keberangkatan dan Kedatangan Umroh Lion Air Rute Internasional Arab Saudi Pindah ke Terminal 2F Soekarno-Hatta.…

12 hours ago

Tukar GarudaMiles Jadi Voucher Belanja Optik Melawai

Garuda Indonesia memiliki penukaran GarudaMiles jadi voucher belanja di Optik Melawai. Kamu bisa mendapatkan voucher…

13 hours ago

WestJet Pesan 42 Unit Boeing 737-10

Boeing dan WestJet hari ini mengumumkan bahwa maskapai ini memperkuat komitmennya terhadap keluarga 737 MAX.…

2 days ago

China Airlines Selesaikan Pesanan 24 Boeing 787 Dreamliners

Boeing dan China Airlines mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan pesanan hingga 24.787 Dreamliner. Hal ini…

2 days ago